Anda mungkin sering melihat tabel periodik unsur ditempel di dinding kelas kimia, tapi saat harus memakainya untuk soal, rasanya tetap “ramai” dan bikin ragu. Padahal, logikanya sederhana: tabel itu membantu Anda membaca pola. Dari posisi sebuah unsur, Anda bisa menebak kecenderungan sifatnya, apakah mirip “keluarganya”, dan bagaimana berubah dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Itu sebabnya tabel periodik unsur jadi peta utama di kimia.
Table of Contents
Bayangkan situasi yang dekat: garam dapur mengandung natrium dan klorin (Na dan Cl), panci sering berbahan aluminium (Al), pagar banyak dari besi (Fe). Unsur-unsur itu bukan sekadar simbol. Mereka punya tempat, dan tempatnya menjelaskan banyak hal.
TL;DR (Ringkasnya)
Tabel periodik unsur adalah susunan unsur kimia berdasarkan nomor atom sehingga sifatnya terlihat berulang. Baris disebut periode, kolom disebut golongan, dan tabel dibagi menjadi blok s, p, d, f. Saat ini unsur yang diakui berjumlah 118, dari hidrogen sampai oganesson, dan memahami posisi unsur membantu Anda membaca tren seperti jari-jari atom, energi ionisasi, dan elektronegativitas.
Apa Itu Tabel Periodik Unsur
Secara sederhana, tabel periodik unsur adalah daftar unsur kimia yang disusun rapi berdasarkan kenaikan nomor atom. Nomor atom menunjukkan jumlah proton di inti, dan urutan inilah yang membuat sifat unsur tampak berulang secara periodik. Penjelasan dasar tentang konsep ini bisa Anda temukan pada halaman Tabel periodik di Wikipedia Indonesia, termasuk kaitannya dengan hukum periodik dan pengelompokan unsur.
Mengapa ini penting untuk pembaca di Indonesia, terutama pelajar dan mahasiswa? Karena sebagian besar soal kimia dasar tidak meminta Anda menghafal semua unsur. Soal sering meminta Anda “membaca peta”. Anda menilai kecenderungan reaksi, sifat logam atau nonlogam, atau tren periodik hanya dari posisi unsur.
Cara Membaca Tabel Periodik dengan Cepat
Jika Anda baru mulai, pakai tiga langkah ini. Singkat, tapi langsung kepakai.
1) Ikuti urutan nomor atom
Tabel periodik bergerak dari nomor atom kecil ke besar. Secara umum, Anda membaca dari kiri atas ke kanan, lalu turun baris berikutnya. Ini membantu Anda memahami bahwa unsur di sebelah kanan biasanya memiliki nomor atom lebih besar dibanding di kiri pada baris yang sama.
2) Pahami isi satu kotak unsur
Dalam satu kotak unsur, Anda biasanya melihat:
- Simbol unsur (misalnya Na, Cl, Fe)
- Nomor atom (angka kecil, sering di atas)
- Massa atom relatif (angka desimal pada banyak tabel)
Nomor atom adalah identitas utama karena terkait langsung dengan jumlah proton. Massa atom relatif dipakai sebagai informasi pendamping dan sering muncul dalam perhitungan sederhana di sekolah.
3) Bedakan golongan, periode, dan blok
- Golongan adalah kolom vertikal. Unsur segolongan cenderung punya sifat kimia yang mirip, karena pola elektron valensi mereka sejalan.
- Periode adalah baris horizontal. Dalam satu periode, sifat berubah bertahap dari kiri ke kanan.
- Blok (s, p, d, f) adalah pembagian area tabel berdasarkan jenis orbital terakhir yang terisi.
Jika Anda ingin versi penjelasan blok yang enak dibaca ala materi belajar Indonesia, rujukan seperti mengenal sistem periodik unsur kimia dari Ruangguru cukup membantu, terutama untuk pemetaan blok s, p, d, dan f.
Struktur Tabel Periodik dalam Dua Tabel Ringkas
Banyak orang paham konsepnya, tapi masih “tenggelam” saat melihat tabel besar. Dua ringkasan ini biasanya membuat pola cepat menempel.
Tabel 1: Jumlah unsur per periode
| Periode | Jumlah unsur (umum dipakai di sekolah) | Catatan singkat |
|---|---|---|
| 1 | 2 | H dan He |
| 2 | 8 | Li sampai Ne |
| 3 | 8 | Na sampai Ar |
| 4 | 18 | Mulai ada logam transisi |
| 5 | 18 | Pola mirip periode 4 |
| 6 | 32 | Termasuk deret lantanida |
| 7 | 32 (dalam tabel lengkap modern) | Termasuk deret aktinida dan unsur superberat |
Di materi sekolah Indonesia, Anda akan sering melihat pola 2, 8, 8, 18, 18, 32. Itu membantu membaca tingkat pengisian elektron secara ringkas.
Tabel 2: Blok s, p, d, f itu berada di mana
| Blok | Posisi di tabel | Gambaran cepat |
|---|---|---|
| s | kiri (golongan 1–2, plus H dan He) | unsur utama, banyak logam reaktif |
| p | kanan (golongan 13–18) | campuran logam, metaloid, nonlogam |
| d | tengah (golongan 3–12) | logam transisi |
| f | baris bawah (lantanida dan aktinida) | unsur transisi dalam, sering ditulis terpisah |
Dengan dua tabel ini, Anda bisa “memecah” tabel periodik unsur yang besar menjadi bagian-bagian yang lebih masuk akal.
Golongan 1–18: Keluarga Unsur dan Kebiasaan Sifatnya
Ada 18 golongan pada sistem modern. Anda tidak perlu menghafal semuanya sekaligus, tapi beberapa golongan punya “nama keluarga” yang sering muncul di buku.
Berikut yang paling sering dipakai sebagai pegangan:
- Golongan 1 (logam alkali): umumnya reaktif, mudah melepas elektron.
- Golongan 2 (alkali tanah): masih reaktif, namun biasanya lebih stabil dibanding golongan 1.
- Golongan 17 (halogen): cenderung mudah “mengambil” elektron, banyak dipelajari pada reaksi garam.
- Golongan 18 (gas mulia): cenderung stabil, karena kulit valensinya penuh.
Saat Anda melihat unsur berada dalam kolom yang sama, Anda sedang melihat “keluarga”. Inilah alasan soal sering membandingkan unsur segolongan untuk menebak sifat yang mirip.
Sifat Periodik yang Paling Sering Dipakai
Bagian ini biasanya jadi inti materi karena benar-benar menjawab pertanyaan: “kalau posisinya di sini, sifatnya bagaimana?”
1) Jari-jari atom
Secara umum, jari-jari atom cenderung membesar dari atas ke bawah dalam satu golongan karena penambahan kulit elektron. Dalam satu periode, jari-jari atom cenderung mengecil dari kiri ke kanan karena tarikan inti efektif makin kuat pada elektron terluar.
Dalam soal, Anda sering diminta membandingkan dua unsur. Cara cepatnya: cek apakah turun golongan (biasanya lebih besar) atau bergerak ke kanan (biasanya lebih kecil).
2) Energi ionisasi
Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan untuk melepas elektron dari atom. Pola umumnya meningkat dari kiri ke kanan dalam satu periode dan menurun dari atas ke bawah dalam satu golongan. Intinya begini: jika atom “menahan” elektron lebih kuat, energi ionisasi cenderung lebih tinggi.
3) Afinitas elektron
Afinitas elektron berhubungan dengan kecenderungan atom menerima elektron. Dalam banyak pembahasan sekolah, trennya sering dipaparkan meningkat dari kiri ke kanan, dengan catatan ada pengecualian tertentu. Untuk kebutuhan latihan dasar, Anda biasanya cukup memahami arah umumnya tanpa masuk ke detail pengecualian.
4) Keelektronegatifan (elektronegativitas)
Elektronegativitas adalah kemampuan atom menarik elektron dalam ikatan. Polanya umumnya meningkat dari kiri ke kanan dalam satu periode dan menurun dari atas ke bawah dalam satu golongan. Ini sering dipakai untuk menebak jenis ikatan dan kepolaran molekul secara sederhana.
Jika Anda hanya mengingat satu ringkasan tren, pakai ini:
- Ke kanan: jari-jari mengecil, energi ionisasi cenderung naik, elektronegativitas cenderung naik
- Ke bawah: jari-jari membesar, energi ionisasi cenderung turun, elektronegativitas cenderung turun
Klasifikasi Cepat: Logam, Nonlogam, Metaloid
Saat melihat tabel periodik unsur, Anda akan sering mendengar pembagian ini:
- Logam banyak berada di sisi kiri dan tengah. Sifatnya umumnya mudah melepas elektron, banyak yang konduktor baik.
- Nonlogam banyak berada di sisi kanan atas. Sifatnya cenderung kebalikan dari logam dalam banyak konteks dasar.
- Metaloid berada di area “tangga” pemisah, sifatnya campuran. Silikon (Si) adalah contoh yang sering dipakai karena perannya di teknologi.
Pembagian ini membantu Anda menjawab soal yang kelihatannya umum, misalnya “unsur A lebih bersifat logam atau nonlogam?” Tanpa hitung panjang, Anda cukup melihat lokasinya.
Sejarah Singkat: Dari Tabel Awal ke Tabel Modern
Cerita sejarah tabel periodik sering muncul sebagai pengantar. Versi singkatnya begini: tabel periodik berkembang dari usaha mengelompokkan unsur berdasarkan kemiripan sifat, lalu diperbaiki ketika dasar pengurutan yang tepat ditemukan. Pada pendekatan modern, urutan nomor atom menjadi kunci, bukan sekadar massa atom.
Untuk fakta yang lebih “kekinian”, satu hal yang sering ditanyakan adalah jumlah unsur yang diakui sekarang. Banyak pembaca ingin kepastian angka, bukan perkiraan. Saat ini, unsur yang diakui berjumlah 118. Ringkasan jumlah unsur dan konteks gambar tabel periodik sering dibahas pada halaman edukasi seperti Gambar tabel periodik unsur kimia lengkap dari detikEdu.
Cara Memakai Tabel Periodik Unsur untuk Soal Cepat
Jika Anda sedang latihan, pakai pola pikir ini. Tidak panjang, tapi efektif.
- Tentukan dulu posisinya: periode berapa, golongan berapa.
- Lihat “keluarganya”: segolongan biasanya punya kecenderungan sifat mirip.
- Lihat arah perbandingan: ke kanan atau ke bawah. Itu biasanya cukup untuk tren jari-jari, energi ionisasi, dan elektronegativitas.
- Cek bloknya: s dan p sering disebut unsur utama; d untuk transisi; f untuk deret bawah.
Praktik kecil: jika Anda membandingkan Na dan K (satu golongan), K berada lebih bawah, jadi jari-jari atomnya cenderung lebih besar. Jika Anda membandingkan Na dan Cl (satu periode), Cl berada lebih kanan, jadi elektronegativitasnya cenderung lebih tinggi.
Baca Juga : iPhone 16 Pro di Indonesia: harga resmi, fitur penting, dan cara beli aman
FAQ tentang Tabel Periodik Unsur
1) Apa fungsi tabel periodik unsur?
Tabel periodik unsur membantu mengelompokkan unsur berdasarkan nomor atom agar pola sifatnya terlihat. Dengan melihat posisi unsur, Anda bisa menebak kemiripan sifat dalam satu golongan, perubahan sifat dalam satu periode, serta tren seperti jari-jari atom dan elektronegativitas. Ini membuat pembacaan sifat unsur lebih cepat daripada menghafal satu per satu.
2) Apa bedanya golongan dan periode?
Golongan adalah kolom vertikal, dan unsur segolongan biasanya punya sifat yang mirip karena pola elektron terluarnya sejalan. Periode adalah baris horizontal, dan dalam satu baris sifat berubah bertahap dari kiri ke kanan seiring kenaikan nomor atom. Jadi, golongan menekankan kemiripan, periode menekankan perubahan bertahap.
3) Berapa jumlah unsur di tabel periodik saat ini?
Saat ini unsur yang diakui berjumlah 118, dari hidrogen sampai oganesson. Angka ini sering dipakai sebagai patokan dalam materi pembelajaran modern. Jika Anda menemukan sumber lama yang menyebut angka berbeda, biasanya itu terkait periode ketika unsur superberat belum ditetapkan secara resmi.
4) Apa itu blok s, p, d, dan f?
Blok adalah pembagian area tabel periodik berdasarkan orbital terakhir yang terisi elektron. Blok s berada di kiri, blok p di kanan, blok d di tengah sebagai logam transisi, dan blok f biasanya ditampilkan terpisah di bagian bawah sebagai lantanida dan aktinida. Pembagian ini membantu membaca karakter unsur secara cepat.
5) Mengapa unsur segolongan mirip sifatnya?
Unsur segolongan mirip karena memiliki pola elektron valensi yang serupa, sehingga cara mereka membentuk ikatan dan bereaksi cenderung sejalan. Inilah alasan mengapa keluarga seperti halogen atau gas mulia punya ciri khas yang relatif konsisten dari atas ke bawah, meski tetap ada variasi kekuatan sifat.
6) Bagaimana cara cepat melihat tren jari-jari atom dan elektronegativitas?
Pegang aturan umum: jari-jari atom cenderung membesar ke bawah satu golongan, dan mengecil dari kiri ke kanan dalam satu periode. Elektronegativitas biasanya kebalikannya: meningkat dari kiri ke kanan dan menurun dari atas ke bawah. Untuk soal dasar, arah tren ini biasanya sudah cukup untuk menentukan perbandingan.
7) Apakah Anda perlu menghafal semua unsur?
Tidak harus. Sebagian besar pembelajaran dasar menekankan pemahaman pola, bukan hafalan total. Jika Anda paham cara membaca tabel periodik unsur, Anda bisa menebak banyak sifat dari posisi unsur saja. Hafalan biasanya diperlukan hanya untuk beberapa unsur kunci yang sering dipakai dalam contoh atau reaksi dasar.
